Desa Ema, Sabtu, 25 Juli 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan (FISK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon menyelenggarakan kegiatan Bastori di Desa Ema, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, pada Sabtu (25/7). Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sivitas akademika Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan terhadap pemenuhan hak-hak anak melalui berbagai aktivitas edukatif, dan pembinaan karakter yang mendukung tumbuh kembang anak.

Mengusung tema "Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045", kegiatan tersebut menghadirkan berbagai aktivitas edukatif, dan pembinaan karakter yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak Desa Ema. Berbagai permainan edukasi, cerita inspiratif, ice breaking, hingga aktivitas yang menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, disiplin, dan rasa percaya diri berlangsung dengan penuh sukacita.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan, Dr. Sipora B. Warella, M.Pd.K., Wakil Dekan I yang juga selaku Ketua Panitia Bastori Dr. Jusuf H. Kelelufna, M.Th., Sekretaris Panitia Bastori Selvon Pattiseriluhun, MA., Ketua Program Studi Teologi Lolita L. Ririhena, M.Si., Ketua Program Studi Pariwisata Budaya dan Agama Dr. Fiona A. Toisuta, M.Hum., Sekretaris Program Studi Pastoral Konseling Agnes N. Mahakena, M.Si., serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAKN Ambon yang sedang melaksanakan pengabdian di Desa Ema. Turut hadir pula pemerintah desa, tokoh masyarakat, para orang tua, serta masyarakat Desa Ema yang memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan, Dr. Sipora B. Warella, M.Pd.K., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Panitia Bastori atas inisiatif dan dedikasi dalam menyelenggarakan kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat, khususnya anak-anak.
"Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk mengingatkan kita semua bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, belajar, bermain, dan berkembang dalam lingkungan yang aman, sehat, serta penuh kasih. Sebagai institusi pendidikan tinggi, kita memiliki tanggung jawab moral untuk turut mendampingi proses tumbuh kembang mereka. Saya mengapresiasi Panitia Bastori yang telah menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan membangun karakter anak-anak. Semoga kegiatan seperti ini terus menjadi budaya pelayanan yang melekat dalam kehidupan akademik Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan."
Lebih lanjut, beliau berharap mahasiswa tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, semangat melayani, serta mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang humanis, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Selain sambutan Dekan, materi edukasi dalam kegiatan tersebut juga disampaikan oleh Malitsa G. Tahitu, M.Si. Dalam penyampaiannya, ia mengajak anak-anak untuk terus mengembangkan potensi diri melalui kebiasaan belajar, bermain secara positif, serta membangun karakter yang baik sejak usia dini.
"Hari Anak Nasional menjadi momentum bagi kita semua untuk mengingatkan anak-anak bahwa mereka adalah pribadi yang berharga dan memiliki potensi luar biasa. Teruslah belajar, menghormati orang tua dan guru, saling mengasihi sesama teman, serta jangan pernah takut untuk bermimpi. Anak-anak yang memiliki karakter, disiplin, dan semangat belajar akan menjadi generasi yang mampu membawa perubahan bagi keluarga, gereja, masyarakat, bahkan bangsa di masa depan," ungkap Malitsa G. Tahitu, M.Si
Ia juga menekankan bahwa pembentukan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga maupun sekolah, tetapi memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan seperti yang dilaksanakan Bastori Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan dinilai sangat penting karena menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus memperkuat nilai-nilai sosial, kepedulian, dan kebersamaan bagi anak-anak.

Kolaborasi antara Panitia Bastori, dosen, mahasiswa KKN IAKN Ambon, dan masyarakat Desa Ema menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan kegiatan ini. Kehadiran mahasiswa KKN yang tengah menjalankan program pengabdian di Desa Ema semakin memperkuat sinergi antara kegiatan akademik dan pelayanan kepada masyarakat. Bersama-sama, mereka mendampingi anak-anak dalam setiap sesi kegiatan sehingga tercipta suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan penuh keakraban.
Anak-anak Desa Ema tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Tawa ceria dan semangat mereka terlihat sejak awal hingga akhir acara. Berbagai permainan dan perlombaan tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga melatih kemampuan bekerja sama, keberanian tampil, kreativitas, serta rasa saling menghargai. Di sela-sela kegiatan, mahasiswa juga memberikan motivasi kepada anak-anak agar terus giat belajar, menghormati orang tua dan guru, serta berani bercita-cita setinggi mungkin.
Masyarakat Desa Ema menyampaikan apresiasi atas kepedulian Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan IAKN Ambon yang telah memilih desa mereka sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan Hari Anak Nasional. Menurut mereka, kegiatan semacam ini memberikan manfaat yang besar karena menghadirkan ruang belajar yang kreatif sekaligus mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan. Pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan sosial, tetapi juga melalui upaya menghadirkan pendidikan yang menyenangkan bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Melalui kegiatan peringatan Hari Anak Nasional ini, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan IAKN Ambon kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, pendidikan karakter, serta perlindungan hak-hak anak. Diharapkan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, masyarakat, dan mahasiswa dapat terus terjalin sehingga melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, beriman, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.