[INFORMASI] Perkuliahan Semester Ganjil 2026/2027 akan dimulai pada tanggal 18 Agustus 2026 - 18 Aug 2026 00:00 • [INFORMASI] Batas pembayaran UKT yaitu pada tanggal 10 Agustus 2026 - 10 Aug 2026 00:00 •
Beranda / Berita / Hari Pariwisata Sedunia 2026, IAKN Ambon Perkuat Komitmen Pariwisata Berkelanjutan di Hila-Kaitetu
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 27 September 2026 53 dilihat

Hari Pariwisata Sedunia 2026, IAKN Ambon Perkuat Komitmen Pariwisata Berkelanjutan di Hila-Kaitetu

Hari Pariwisata Sedunia 2026, IAKN Ambon Perkuat Komitmen Pariwisata Berkelanjutan di Hila-Kaitetu

Dalam rangka memperingati Hari Pariwisata Sedunia Tahun 2026, Program Studi Pariwisata Budaya dan Agama, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, menyelenggarakan Gerakan Pariwisata Berkelanjutan melalui kolaborasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Kementerian Kebudayaan Wilayah XX Maluku, dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah.

weVlXA2VYnFXD6aBb8O8GHjs6aGQAsnufDKO9yEe.jpg

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Benteng Amsterdam, Hila, ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya pengembangan pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan, pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat lokal.

pc8ZSwn8WBjIsSRRWHVM9VCUdc9x615obsvbH34C.jpg

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Rektor IAKN Ambon Dr. Elka Anakotta, M.Si., Wakil Rektor I IAKN Ambon Dr. Herly Lesilolo, M.Pd., serta Dekan Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan Dr. Sipora B. Warella, M.Pd.K., bersama jajaran sivitas akademika dan para pemangku kepentingan yang terlibat dalam kegiatan. Kolaborasi lintas lembaga tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang menyentuh aspek lingkungan dan kebudayaan. Pada sektor ekologi pesisir dan laut, rangkaian kegiatan diisi dengan Aksi Bersih Pantai (Clean Coast for Sustainable Tourism), Penanaman Pohon Mangrove (Mangrove for Coastal Protection), serta Rehabilitasi Terumbu Karang (Coral for Marine Tourism). Berbagai aksi tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian ekosistem pesisir dan laut yang memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan masyarakat sekaligus menjadi salah satu potensi utama pengembangan pariwisata di Maluku.

uNuTXYQ3Nhcgu7PqFXPyTyekchSvG2wNd7grEjlY.jpg

Ketua Panitia, Elviaty H. Tauran, M.Arch, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai gerakan bersama untuk membangun kesadaran bahwa pariwisata harus dikembangkan dengan memperhatikan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, lingkungan, masyarakat, dan kebudayaan.

Gerakan Pariwisata Berkelanjutan ini merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak untuk mendorong pengelolaan pariwisata yang bertanggung jawab. Pariwisata tidak hanya berbicara mengenai kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana lingkungan tetap terjaga, budaya tetap hidup, dan masyarakat lokal memperoleh ruang untuk berperan serta mendapatkan manfaat dari pengembangan pariwisata ungkap Elviaty.

Ia juga menjelaskan bahwa pemilihan Hila sebagai lokasi kegiatan memiliki pertimbangan tersendiri karena kawasan ini memiliki kekayaan alam sekaligus sejarah dan budaya yang sangat penting. Menurutnya, potensi tersebut perlu dirawat dan dikembangkan secara bersama-sama agar dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang.

Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk membangun komitmen bersama dalam menjaga kawasan Hila dan Kaitetu sebagai ruang hidup masyarakat sekaligus kawasan yang memiliki potensi pariwisata, sejarah, dan budaya, jelasnya.

a0Awj4QrvL3O3s3krfaPwch7mQfHRJ9cQPSe8HAq.jpg

Rektor IAKN Ambon, Dr. Elka Anakotta, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mengambil bagian dalam berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk dalam membangun kesadaran ekologis dan mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

IAKN Ambon tidak hanya hadir dalam ruang akademik, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus wujud kepedulian kita terhadap lingkungan, kebudayaan, dan kehidupan masyarakat,ujar Rektor.

Dr. Elka Anakotta juga menekankan bahwa pembangunan pariwisata perlu dilakukan dengan tetap menghormati alam dan budaya lokal.

Kita tidak boleh membangun pariwisata dengan mengorbankan lingkungan dan kebudayaan. Justru kekuatan pariwisata kita terletak pada alam yang indah, sejarah yang kaya, dan kebudayaan masyarakat yang harus dijaga. Karena itu, seluruh pihak perlu berjalan bersama agar pariwisata memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memastikan alam dan warisan budaya tetap terpelihara, tuturnya.

xvYOaq5HD6dKoKeiNjR4frSWFaqGxuzGgciSTZfO.jpg

Dalam kegiatan tersebut, kehadiran Dekan Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan Dr. Sipora B. Warella, M.Pd.K., turut memperlihatkan dukungan kelembagaan IAKN Ambon terhadap penguatan program yang menghubungkan pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, pelestarian lingkungan, dan pengembangan potensi pariwisata berbasis budaya lokal. Keterlibatan Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi akademik dan sosial perguruan tinggi dalam merespons kebutuhan masyarakat dan lingkungan.

tyv0g2oJ34riJZlGj5t6hi9RTpU0QHWG3Q136phE.jpgBlJDDqBgC2rYKnZgrZ512XIygqtJwvtYNRExTTX4.jpgnZL3ndU7nsZ0c04Ee86CesAUlw6L8Ug1bLpnirve.jpgjhM1WJCEvU3NMKTEJjOyp1oqMhKVwyAAkxOlXzyo.jpg

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Setiap pihak memiliki peran yang saling melengkapi, baik dalam aspek pendidikan, pengelolaan lingkungan, pelestarian budaya, maupun pemberdayaan masyarakat. c8lVEFPSr32u0r6fBDdrUf4cqkpyVCAfW53zZeuv.jpgSebagai bagian dari komitmen jangka panjang, rangkaian kegiatan tersebut juga mengagendakan Deklarasi Pariwisata Berkelanjutan di Hila-Kaitetu. Deklarasi ini diharapkan menjadi pijakan bersama bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk terus menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata, kelestarian lingkungan, serta keberlangsungan nilai-nilai sejarah dan budaya masyarakat setempat.

GyJh0keftMeupUeOucZIarZsw4fT0S9gosYc3jvQ.jpgj7wwk1uhY2Z1YVq5UERrBnBj2cv69qXabsizsn77.jpgZUbox7QO7mb24eYFkG10jf1E2LhGZBD6GLn1KdWj.jpg

Melalui Gerakan Pariwisata Berkelanjutan ini, IAKN Ambon bersama Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Kementerian Kebudayaan Wilayah XX Maluku, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, dan masyarakat berupaya membangun kesadaran bahwa pariwisata merupakan tanggung jawab bersama. Pengembangan destinasi wisata di Hila-Kaitetu diharapkan tidak hanya menghadirkan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, menghidupkan kembali warisan sejarah dan budaya, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat lokal untuk menjadi bagian penting dari masa depan pariwisata Maluku.