[INFORMASI] Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 - 06 May 2026 00:00
Beranda / Berita / Program Studi Teologi Gelar Bastori Teologi Bertema Ekologi di Maluku
KEGIATAN 15 June 2026 33 dilihat

Program Studi Teologi Gelar Bastori Teologi Bertema Ekologi di Maluku

Program Studi Teologi Gelar Bastori Teologi Bertema Ekologi di Maluku

Ambon, 11 Juni 2026 – Program Studi Teologi menyelenggarakan kegiatan Bastori Teologi, bertempat di Ruang Moderasi IAKN Ambon pada Kamis (11/6/2026) dengan mengangkat tema “Fenomena Ekologi: Tantangan dan Peluang dalam Dinamika Hidup Kontemporer di Maluku.” Kegiatan ini menjadi ruang dialog akademik untuk membahas isu-isu ekologis yang semakin kompleks serta relevansinya bagi kehidupan masyarakat Maluku pada masa kini.

Acara yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Ipeh Alaidrus, Pdt. Kritsno Sapteno, dan Ongkie Matakena. Ketiganya menyampaikan materi dari berbagai perspektif mengenai fenomena ekologi, mulai dari tantangan kerusakan lingkungan, perubahan iklim, hingga peluang pengembangan kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai budaya dan keagamaan.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dekan Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan, Dr. Sipora B. Warella, M.Pd.K, yang menekankan pentingnya keterlibatan dunia akademik dan komunitas keagamaan dalam menjawab persoalan ekologis dewasa ini.

“Krisis ekologi yang kita hadapi saat ini bukan sekadar persoalan kerusakan alam, melainkan juga krisis kesadaran manusia terhadap tanggung jawabnya sebagai pengelola ciptaan Allah. Karena itu, lembaga pendidikan dan gereja memiliki peran strategis dalam membangun spiritualitas ekologis yang mendorong lahirnya tindakan nyata demi keberlanjutan kehidupan di Maluku dan dunia.”

Dekan juga mengajak seluruh civitas akademika untuk terus mengembangkan kajian dan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab iman terhadap ciptaan Allah.

Sementara itu, Ketua Panitia Bastori Teologi, Dr. Jusuf H. Kelelufna, M.Th, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap Bastori Teologi dapat menjadi wadah pengembangan ilmu pengetahuan yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Bastori Teologi tidak hanya menjadi wadah pertukaran gagasan ilmiah, tetapi juga ruang refleksi iman yang mendorong kita untuk membaca tanda-tanda zaman. Melalui diskusi tentang ekologi ini, kita diharapkan mampu menghadirkan kontribusi teologis yang relevan bagi kehidupan masyarakat dan kelestarian ciptaan Allah.”

Dalam sesi pemaparan materi, para narasumber menyoroti berbagai persoalan lingkungan yang tengah dihadapi Maluku, seperti eksploitasi sumber daya alam, pencemaran lingkungan, dan perubahan pola hidup masyarakat akibat perkembangan zaman. Di sisi lain, Maluku juga memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal yang dapat menjadi modal sosial dalam upaya pelestarian lingkungan.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa isu ekologi bukan hanya menjadi perhatian ilmiah, tetapi juga persoalan kemanusiaan dan spiritual yang memerlukan keterlibatan semua pihak.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Teologi berharap dapat memperkuat kesadaran ekologis di kalangan civitas akademika serta mendorong lahirnya refleksi teologis yang mampu menjawab tantangan kehidupan kontemporer. Bastori Teologi diharapkan terus menjadi ruang dialog yang menghubungkan iman, ilmu pengetahuan, dan realitas sosial demi terwujudnya kehidupan yang lebih adil dan berkelanjutan.