Tulehu, 13 Juni 2026 – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon melalui Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan (FISK) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Negeri Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, pada Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini merupakan wujud komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penguatan literasi digital, pengembangan ekonomi kreatif, serta pelestarian lingkungan.
Kegiatan yang melibatkan dosen dan mahasiswa FISK IAKN Ambon tersebut diawali dengan seremoni pembukaan yang dihadiri oleh pemerintah negeri, tokoh masyarakat, serta warga Negeri Tulehu. Melalui program ini, FISK IAKN Ambon berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di era modern.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia PKM, Dr. Handry, M.Pd.K., menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa tema-tema yang diangkat dalam PKM kali ini disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Negeri Tulehu, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi digital, penguatan ekonomi kreatif, dan pelestarian lingkungan.
Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan hari ini saja, tetapi dapat menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan antara FISK IAKN Ambon dan masyarakat Negeri Tulehu. Melalui kolaborasi yang baik, masyarakat dapat semakin berdaya, baik dalam bidang teknologi, ekonomi, maupun pengelolaan lingkungan.
Sementara itu, Raja Negeri Tulehu, Urian Ohorela, menyampaikan apresiasi kepada FISK IAKN Ambon yang telah memilih Negeri Tulehu sebagai lokasi pelaksanaan PKM. Menurutnya, program yang dilaksanakan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan potensi desa.
Kami menyambut baik kehadiran tim PKM dari FISK IAKN Ambon. Program-program yang diberikan sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kapasitas dan keterampilan mereka. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat Negeri Tulehu.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Ketua Tim PKM bersama Raja Negeri Tulehu menyerahkan secara simbolis 10 bibit pohon ketapang dan 10 botol cairan pembersih untuk mendukung revitalisasi kawasan kolam Air Wailatu. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang upaya pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas kawasan yang memiliki nilai ekologis dan sosial bagi masyarakat Tulehu.
Salah satu program utama yang dilaksanakan adalah pendampingan pengembangan dan pengelolaan website desa yang dipandu oleh Frazier Nari, M.Mis., Dr. Handry, M.Pd.K., dan Johan R. Marlissa, M.Th. Melalui kegiatan ini, pemerintah Negeri Tulehu didorong untuk memanfaatkan teknologi digital dalam meningkatkan pelayanan publik, memperkuat transparansi pemerintahan, serta memperluas akses informasi bagi masyarakat.
Selain mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih baik, keberadaan website desa juga diharapkan mampu menjadi media promosi berbagai potensi lokal yang dimiliki Negeri Tulehu, baik di bidang pariwisata, budaya, maupun produk ekonomi masyarakat.
Pada sektor ekonomi kreatif, masyarakat memperoleh pelatihan pembuatan suvenir berbahan resin yang bertujuan meningkatkan keterampilan warga sekaligus membuka peluang usaha baru. Melalui pelatihan tersebut, masyarakat didorong untuk menghasilkan produk kreatif yang memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar.
Sementara itu, aspek pelestarian lingkungan diwujudkan melalui kegiatan pembersihan kawasan permandian Air Wailatu dan penanaman pohon ketapang di sekitar lokasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi lingkungan yang mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kelestarian sumber daya alam yang dimiliki Negeri Tulehu.
Melalui rangkaian kegiatan PKM ini, FISK IAKN Ambon berharap sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus diperkuat guna mewujudkan desa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, mandiri secara ekonomi, dan berkelanjutan dalam pengelolaan lingkungan.